BUPATI PEKALONGAN RESMIKAN RUMAH SAKIT DARURAT COVID 19


detikcyber.com, Kajen – Peresmian Rumah Sakit Darurat Covid19 Pemkab Pekalongan, Selasa (12/5/2020) siang. Acara tersebut dihadiri Bupati Pekalongan H. Asip Kholbihi, SH., M.Si., Sekretaris Daerah Dra. Hj. Mukaromah Syakoer, MM., Asisten Pemerintahan H. Totok Budi Mulyanto, SE. Kepala Dinas Kesehatan Setiawan Dwi Antoro, SKM., M.Kes., Kepala DPU TARU Ir. Bambang Irianto, M.Si., Kepala Dinkominfo H. Anis Rosidi, S.sos., M.Si., Kepala Perkim LH Ir. Trinanto AM., M.Si., Kepala Bappeda Litbang Julian Akbar, Kepala Dinas Perhubungan H. Wahyu Kuncoro, ST., MT. dan Muspika Kecamatan Wonokerto.

Rumah Sakit Darurat Covid-19 diresmikan langsung oleh Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi, SH.,M.Si.

Dalam sambutannya Bupati Pekalongan menyampaikan bahwa RS tersebut merupakan rumah sakit Lini 3 khusus untuk Rujukan ODP dan PDP guna mengatasi wabah covid 19. Setelah sebelumnya Pemkab Pekalongan menunjuk RSUD Kraton sebagai RS lini 1 dan RSUD Kajen sebagai RS lini 2 untuk penanganan pasien corona.

Lebih lanjut Asip Kholbihi mengatakan bahwa rumah Sakit Darurat tersebut ditempatkan di Puskesmas Wonokerto 2 Kecamatan Wonokerto Kabupaten Pekalongan dan ke depan setelah Covid 19 ini berakhir RS tersebut akan dijadikan rumah sakit bersalin untuk melayani masyarakat Wonokerto dan sekitarnya.

Bupati Pekalongan pada kesempatan itu menjelaskan bahwa jumalah ODP di Kabupaten Pekalongan perjumlah 432 orang menjadi 433 orang .Ini ada kenaikan 0,23 %, sedangkan yang sudah dipantau 202, sedang dipantau 230 orang, yang meninggal 1 orang inipun dari luar kota ( Jabodetabek ).

Sedangkan yang PDP berjumlah 28 orang , tidak ada kenaikan dengan rincian dirawat 2 orang, sembuh 14 orang dan meninggal 12 orang inipun kiriman dari Jabodetabek ( luar kota ).

Untuk yang positif berjumlah 7 orang yang terdiri dari 3 orang sembuh, 2 orang isolasi mandiri, 1 orang di rawat di rumah sakit dan 1 orang meninggal dunia inipun kiriman dari luar kota.

” Tingginya ODP dan PDP ini pemerintah tanggapi dengan serius dengan dipantau sehingga diharapkan bisa menekan angka positif Covid di Kabupaten Pekalongan “, tutur Asip Kholbihi.

Sementara itu Kepala Dinas Kesehatan Setiawan Dwi Antoro dalam Laporannya mengatakan bahwa pembangunan RS Darurat Covid 19 ini dilaksanakan dalam waktu satu bulan yaitu mulai tanggal 6 April – 6 Mei 2020.

Setiawan lebih lanjut menjelaskan kesiapsiagaan tenaga medis berjumlah 133 orang yang terdiri dari 3 dokter spesialis, 15 dokter umum, 78 paramedis atau perawat, 18 Bidan dan 19 tenaga penunjang.

” Pembekalan kesehatan dan dukungan operasional sudah siap dilakukan operasional dan RS ini dipersiapkan untuk penanganan Covid non comovid “, jelas Setiawan.

” Saya berharap agar RS Darurat Covid 19 ini diresmikan dan di launching secara resmi oleh Bupati Pekalongan sehingga dapat langsung dioperasionalkan “, Imbuhnya .
( LELES – 25)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *