MENGENANG SENIMAN PENYANYI CAMPURSARI DIDI KEMPOT KAKAK BERADIK MENINGGAL DIUSIA YANG SAMA

detikcyber.com, Solo – Siapa tak kenal Didi Kempot? Ia adalah salah satu musisi kondang campursari asal Solo yang memulai kariernya sejak 1989. Pada tahun 2019, namanya kembali moncer dan viral di kalangan generasi muda dan dijuluki sebagai Godfather of Broken Heart. Tak ayal, kemudian banyak penggemarnya yang membentuk komunitas dengan nama sobat ambyar.

Didi Prasetyo dengan nama Panggung Didi Kempot lahir di Solo, 31 Desember 1966 merupakan putra dari seniman ketoprak Ranto Edi Gudel dan beristrikan Yan Vellia. Yan Vellia merupakan wanita kelahiran Semarang pada tahun 1982, sehingga jarak usia dengan Didi lumayan jauh, yakni 16 tahun..

Didi Kempot atau akrab disapa Mas Didi yang menciptakan lagu sebanyak 800 lagu itu, pertama kali bekerjasama dengan produser musik pada tahun 1989. Lagu pertamanya yang dirilis adalah Cidro yang mengisahkan tentang patah hatinya kala itu.

Lagu-lagu Didi Kempot kebanyakan memang tentang patah hati. Walaupun beberapa judulnya ada yang berupa nama tempat, seperti Stasiun Balapan, Pantai Klayar, namun tetap saja isi lagunya tentang kesedihan, yaitu tentang seorang laki-laki yang ditinggal kekasihnya pergi (patah hati).

Tahun 2019, bisa dibilang tahunnya Didi Kempot. Karena, di tahun tersebut namanya kembali naik daun, setelah sebelumnya ia jarang terdengar di media. Kerenanya, meskipun sudah tak muda lagi, penyanyi campursari ini tetap disukai oleh para generasi muda. Hal itu membuktikan kalau kepopuleran Didi Kempot tak pernah lekang oleh waktu.

Didi Prasetyo atau Dionisius Prasetyo dengan nama panggung Didi Kempot, Kempot yang diambil dari singkatan Kelompok Penyanyi Trotoar. Pada era 90-an, ayahnya tergabung dalam seniman Ketoprak

Tak hanya ayahnya saja, keluarga Didi yang lain juga ada yang berprofesi sebagai pelawak. Salah satunya adalah Mamiek Prakoso alias Mamiek Podang yang sempat populer saat bergabung dalam grup lawak Srimulat. Sayangnya, Mamiek Prakoso telah berpulang ke rumah Tuhan pada 3 Agustus 2014 di usia 53 tahun.

Masa Kecil hingga Remaja Pria yang dikenal khas memiliki rambut panjang ini menghabiskan masa kecilnya di salah satu kota di Jawa Tengah, yaitu Solo. Meskipun hidup di keluarga pelawak, Didi tak pernah punya keinginan untuk menjadi seorang pelawak. Didi Kempot ngamen disepanjang daerah Keprabon merupakan kawasan warung kaki lima di Solo.

Tahun 80 an mengadu nasib Di Jakarta pun Didi masih mengamen bersama teman-teman seperjuangannya. Didi sempat tinggal di kos yang dekat dengan kandang kambing. Saking susahnya cari uang, sempat mengutang ke warung untuk makan.

Sejak kecil, ia memang sudah bermimpi untuk menjadi seorang penyanyi. Saking penginnya menekuni bidang musik, saat duduk di bangku SMP, ia pernah menjual sepeda pemberian ayahnya demi bisa membeli gitar.

Gara-gara hal itu, ia sempat dimarahi habis-habisan oleh sang ayah. Namun, ia tak pernah menyerah begitu saja. Baginya, bermusik sudah menjadi satu-satunya cita-cita yang akan ditekuni dan diniatinya sedari kecil.

Di balik kesuksesan menjadi seorang penyanyi, Didi ternyata tidak lulus SMA. Bukan tanpa alasan, ia melakukannya lantaran ingin fokus dalam menekuni dunia musik, khususnya campursari.

Mbah Ranto selaku ayah tak menyayangkan keputusan Didi untuk berhenti sekolah. Bagi sang ayah, seorang seniman tak perlu menempuh pendidikan tinggi-tinggi. Asalkan niat untuk terus mengasah bakat dalam bermusik, itu saja sudah cukup,” pesannya saat itu.

Namun dalam meraih kesuksesannya sekarang ini, Didi Kempot yang sering manggung memakai beskap warna hitam dan jarik khas Jawa itu mengagetkan para penggemarnya. Terakhir kali rencana akan merilis lagu Ojo Mudik dengan Walikota Solo FX Hadi Rudyatmo namun Tuhan berkehendak lain. Didi Kempot kini sudah dipanggil Tuhan.

Kabar duka Didi Kempot meninggal dunia pada hari Selasa 5 Mei 2020 jam 7.30 WIB diduga serangan jantung di RS Kasih Ibu Solo dalam usia 53 tahun. Menurut rencana jenazah Alm Didi Kempot akan dimakamkan di Ngawi Jawa Timur.

Meninggalnya penyanyi campursari Didi Kempot mengingatkan kita pada almarhum Mamiek Prakoso (Mamiek Podang) pelawak kondang Srimulat yang juga meninggal dunia dalam usia 53 tahun.

Dua bersaudara Sentot Salino seniman dan Mamiek Podang pelawak Srimulat merupakan kakak Didi Kempot juga telah mendahuluinya. Selamat jalan Maestro campursari Didi Kempot. ( B@ms)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *