Pengusaha Karaoke Di Kota Blitar “Kecewa” Usahanya Tak Segera Dibuka Lagi

detikcyber com, Blitar – Para pengelola tempat karaoke di Kota Blitar, kompak mendatangi Dinas Satpol PP untuk mempertanyakan haknya mendesak untuk membuka usahanya kembali. Pasalnya tempat usaha mereka sudah hampir setahun tutup karena disegel dengan alasan untuk evaluasi kelengkapan perijinan.

Menurut mereka, ketika penyegelan tempat karaoke dIjanjikan hanya memakan waktu sekira tujuh hari saja, setelah ijin lengkap bisa buka kembali.

Namun masih menurut mereka, sesuai ketentuan dan perundangan – undangan dalam berusaha, tidaklah tepat pihak Pemerintah Kota (Pemkot) Blitar . Pasalnya, hingga sekarang mereka belum membuka kembali segel yang telah dipasang di tempat usahanya.

Terkait itu, salah satu pengelola usaha karaoke yang enggan disebut jati dirinya menerangkan bahwa dirinya datang ke Dinas Satpol PP tersebut untuk menghadiri undangan serta ingin mendengarkan jawaban secara tegas surat yang telah di layangkan beberapa hari yang lalu.

Namun hasilnya, para pengelola tempat karaoke merasa sangat kecewa kepada Pemerintah Kota (Pemkot) Blitar yang masih belum memberikan jawaban yang pasti. Alasannya, Pemkot Blitar belum berani membuka kembali segel yang telah mereka pasang demi kondusifitas masyarakat, Kamis (4/12).

Dari keterangannya, seharusnya kedatangan mereka sudah ada kepastian jawaban. Sehingga para pengelola tempat karaoke itu bisa membuka kembali usahanya apa tidak. Karena mengingat kerugian atas disegelnya tempat karaoke biaya yang ditanggung sangatlah besar. Terlebih nasib para pekerja juga terimbas dan menambah angka pengangguran.

Kepala Dinas Satpol PP kota Blitar dalam pertemuan itu masih akan berkoordinasi dengan Plt Kota Blitar Drs Santoso M. Pd untuk membicarakan hal tersebut.

“Terkait dengan waktu kapan bisa di buka kembali kita masih di suruh menunggu. Masalahnya ini masih akan di koordinasikan dengan Plt Kota Blitar”, tuturnya.

Disisi lain menurut Hakim Sisworo kepala Satpol PP Kota Blitar mengatakan, maksud kedatangan para pengelola tempat hiburan karaoke tersebut di kantornya, hanya sekedar silaturohim.

Disinggung soal kapan segel itu akan dibuka, Hakim berdalih bahwa Satpol PP bagian dari Pemkot Blitar. “Untuk itu saya akan koordinasikan dengan Plt Kota Blitar sebagai pemangku kebijakan”, terangnya.

Senada Plt Walikota Blitar Drs Santoso M. Pd saat dikonfirmasi via selulernya soal perijinan sudah lengkap bagaimana nasib tempat karaoke dan kapan bisa buka kembali. Menurutnya, belum bisa membuka karena secara keseluruhan ketentuannya belum terpenuhi,” tegasnya.

Menanggapi hal tersebut saat dikonfirmasi, Ketua DPW GAKI ( Gerakan Anti Korupsi Independen) Jawa Timur, Bambang Sugeng mengeklaim bahwa jawaban dari pihak Pemkot Blitar yang masih belum membuka tempat karaoke tidak mendasar. Pasalnya, ketika penyegelan dengan alasan untuk evaluasi dan hanya butuh waktu selama tujuh hari. Padahal ini sudah berjalan hampir setahun dan mereka para pengelola juga sudah mengurus perijinan lengkap. Nunggu apalagi?

Untuk itu Bambang meminta perhatian serius dari pihak Gubernur Jawa Timur dan pihak pemkot Blitar khususnya melakukan tindakan tegas untuk segera membuka tempat karaoke tersebut. Mengingat dampak akan nasib para pekerja tempat karaoke yang selama ini sebagai mata pencahariannya untuk menghidupi keluarga,” tandasnya. (BM)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *