Investasi Jamu Bodong Raup Rp 17 M
Investasi Jamu Bodong Raup Rp 17 M

detikcyber.com, Klaten – Penipuan yang dilakukan oleh Alfarizi berhasil mengelabuhi ribuan warga Jateng-DIY melalui perusahaan pengeringan bahan jamu, PT Krishna Alam Sejahtera (KAS). Atas ulahnya pelaku meraih uang dari masyarakat mencapai Rp 17 miliar. Hal tersebut membuat ratusan mitra PT KAS mendatangi Mapolres Klaten, Kamis (18/7/2019).

Kapolres Klaten, AKBP Aries Andhi, yang menemui para korban menyampaikan seharusnya sejak awal masyarakat berhati-hati dengan segala macam bentuk investasi. Masyarakat dapat menanyakannya kepada kepolisian.

Harusnya saat anda mau bermitra ingat bahwa ada polisi, tentara, apakah perusahaan ini sehat enggak? Tapi karena sudah kejadian, ya sudah. Saat ini alhamdulillah pelaku sudah kami tangkap,” kata Kapolres kepada para korban.

Mengenai pengembalian uang investasi para korban, polisi mengaku tidak berwenang. Namun hal tersebut dapat diusahakan melalui jalur hukum lain.

“Prinsipnya kami tidak punya kewajiban dan hak terhadap seluruh aset yang kami sita. Silakan mengadukan gugatan perdata sehingga aset yang dimiliki direktur, tersangka Alfarizi bisa diperjuangkan untuk dikembalikan kepada mitra,” tutupnya.

Kapolres mengungkap temuannya dalam kasus investasi bodong ini. Modus operandi Alfarizi terbongkar. Untuk bergabung menjadi mitra, warga harus membayarkan uang pendaftaran sesuai paket yang dipilih. Ada tiga paket, yakni senilai Rp 8 juta, Rp 16 juta dan Rp 24 juta. Namun selanjutnya mitra bisa terus menambah jumlah investasinya.

Setelah mendaftar, mitra mendapatkan peralatan untuk bekerja, seperti oven hingga bahan-bahan jamu. Mitra hanya bertugas mengeringkan bahan jamu yang basah.

Menurut Kapolres, pengeringan bahan jamu hanyalah akal-akalan Alfarizi. Usaha tersebut dilakukan untuk mengelabui mitra.

“Itu bahan jamu yang diserahkan ke mitra kan basah, lalu tugas mitra mengeringkan lalu disetor. Nanti bahan itu dibasahi lagi lalu dikasih ke mitra lainnya agar dikeringkan mitra lainnya. Jadi cuma muter saja,” katanya.

Sekali setor dalam seminggu, mitra bisa memperoleh gaji sesuai paket yang dia ikuti. Namun ternyata gaji tersebut hanya diambilkan dari uang pendaftaran mitra baru.

Mitra yang ikut paket pertama dengan biaya Rp 8 juta mendapatkan Rp 1 juta, kemudian paket Rp 16 juta mendapatkan Rp 2 juta dan paket Rp 24 juta mendapatkan Rp 3 juta.

“Jadi uangnya hanya diputar-putar saja. Yang pertama nyetor lancar, yang belakangan pusing tak dapat,” jelasnya.

Menurut Kapolres, Alfarizi merupakan residivis kasus yang sama di Yogyakarta pada tahun 2009. Saat 2013, dia kembali memulai usaha yang sama.

“Tahun 2013 dia membuka kantor PT Sekar Jagad di Purbalingga. Lalu tahun 2019 ini membuka PT Krishna Alam Sejahtera di Klaten,” katanya.

Sementara Alfarizi masih berkilah atas perbuatannya. Dia mengaku tidak bermaksud menipu, namun dia masih perlu waktu mengurus izin edar produknya,” kata Alfarizi.

Menurutnya, produk bahan jamu yang akan dia edarkan cukup untuk menutup gaji para mitra. Sehingga dia berani memakai uang pendaftaran mitra baru terlebih dahulu.

“Kalau jadi obat, dibikin kapsul, katakan 25 kg dikerjakan sampai jadi bisa laku Rp 25-30 juta. Jadi produk yang dilabel bisa dititipkan toko obat atau apotek,” pungkasnya. (Yun)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Exiting Little Pharma | VHS MIDNIGHT STYLE | Cyber Dream Records where can u buy steroids can you really buy anabolic steroids online, buy dianabol blue hearts uk - heroes past and present HSA warns about 2 'health' products that contain steroids, dangerous steroids usa online 'pharma bro' martin shkreli denied release from prison to work on coronavirus cure