Bawaslu Panggil 27 Kepala Daerah Soal Deklarasi Dukung Jokowi Di Solo

detikcyber.com, SEMARANG – Menindaklanjuti adanya laporan dugaan pelanggaran dalam kegiatan deklarasi dukungan Jokowi-Ma’ruf Amin yang diadakan di hotel Alila Solo pada 26 Januari 2019 lalu, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) memanggil kepala daerah yang datang saat itu. Pasalnya, tim dari Prabowo-Sandi melaporkan pada hari Jumat, 1 Februari 2019 atas dugaan pelanggaran ke Bawaslu Jateng beberapa hari setelah acara,” demikian dikatakan Koordinator Divisi Humas dan Hubungan Antar Lembaga Bawaslu Jawa Tengah, Rofiuddin .

Menurutnya beberapa jam setelah acara kemudian ada temuan atau informasi kepala daerah mengadakan deklarasi, Selasa (12/2/2019). Meminta keterangan dari berbagai pihak termasuk dari pihak hotel dan wartawan yang hadir. Sedangkan kepala daerah yang hadir dalam acara deklarasi dipanggil oleh Bawaslu masing-masing daerah untuk dimintai keterangan.

Hal ini dilakukan untuk mencari fakta dan bukti di lapangan, salah satu yang dilakukan meminta Bawaslu kabupaten kota untuk meminta keterangan di masing-masing daerah, bagi bupati wakil bupati atau wali kota wakil walikota yang datang,” terangnya.

Bagi yang mengetahui kegiatan tersebut akan dikaji untuk dilakukan pemanggilan termasuk Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo. Jika keterangan yang diambil sudah cukup, nantinya akan dilakukan kajian dan rapat pleno untuk memutuskan terjadi dugaan pelanggaran (atau) tidak,” ucapnya.

Terkait hal tersebut di Semarang, Wakil Wali Kota, Hevearita Gunaryanti Rahayu memenuhi panggilan untuk dimintai keterangan di kantor Bawaslu Kota Semarang.
Koordinator divisi penindakan pelanggaran Bawaslu Kota Semarang, Naya Amin Zaini mengatakan dari keterangan yang diperoleh, Hevearita atau yang akrab disapa Ita datang atas undangan Ganjar Pranowo untuk deklarasi.

“Berdasarkan hasil klarifikasi, acara itu bertujuan untuk deklarasi pemilu damai, dengan menjunjung etika dan peraturan hukum dan memenangkan paslon 01 selaku petugas partai,” kata Amin. Naya menjelaskan, tidak ada daftar hadir dan notulasi dalam acara tersebut. Acara dekarasi diatur oleh Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo selaku penggagas.

Mengacu surat instruksi dari Bawaslu Provinsi Jawa Tengah, nomor 184/Bawaslu Prov.JT/HK.00/II/2019, sebatas melakukan klarifikasi, sedang berita acara klarifikasi dan bukti-bukti lain yang mendukung akan segera kita kirimkan, sehingga kewenangan penanganan lebih lanjut ada di Bawaslu provinsi,” katanya.

Sebelumnya dikabarkan, dalam deklarasi itu dari 31 kepala daerah yang hadir 27 kepala daerah. Sedang Bupati Kendal, Bupati Sragen, Wali Kota Salatiga dan Wali Kota Tegal tidak hadir karena tak diundang lantaran bukan merupakan pendukung pasangan calon nomor urut 01. ( Jar)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *