Direktur BPR Bobol Dana Nasabah Rp 29 Miliar

detikcyber.com, CILACAP – Dua karyawan salah satu Bank Perkreditan Rakyat (BPR) di Cilacap yang membobol uang nasabah mencapai Rp 29 miliar berhasil diamankan polisi.

Modus mereka menggunakan sertifikat ataupun struk pencairan kredit dan BPKB milik masyarakat yang dijaminkan di bank swasta,” demikian dikatakan Kapolres Cilacap AKBP, Djoko Yulianto kepada wartawan di Mapolres Cilacap, Senin (28/1/2019).

Kemudian oleh pelaku, dibuat seakan-akan masyarakat membuat kredit untuk pengambilan uang. “Masyarakat dirugikan termasuk perusahaan dengan kerugian Rp 29 miliar,” terang Djoko.

Kedua pelaku diamankan lantaran telah memalsukan dokumen, termasuk penggelapan. Mereka adalah pimpinan dan kepala cabang BPR yang ada di Kabupaten Cilacap dengan inisial JK sebagai kepala cabang dan HS sebagai direktur,” ucap Kapolres Cilacap AKBP, Djoko Yulianto.

Djoko mengungkapkan kasus berawal laporan dari perusahaan dan masyarakat. Setelah dilakukan penyelidikan yang bersangkutan telah melakukan laporan kredit fiktif dengan menjaminkan surat- surat berharga milik masyarakat yang telah dijaminkan di bank tersebut. Itu terjadi sejak tahun 2013 sampai dengan 2016,” ungkapnya.

Saat ini pihaknya akan terus melakukan penyelidikan berkaitan dengan pencucian uang. Polisi akan menyita semua harta yang ada dan berasal dari kegiatan tindak pidana ini. Selain itu, pihaknya juga mengamankan sejumlah barang bukti lain, seperti 176 berkas kredit, 31 sertifikat dan 10 BPKB dan 149 slip pencairan kredit.

Akibat perbuatannya kedua pelaku akan dikenakan Undang-Undang Perbankan dan Undang-Undang Money Laundering dengan ancaman hukuman diatas 5 tahun penjara.

Kapolres Cilacap AKBP, Djoko Yulianto mengimbau kepada masyarakat agar lebih berhati-hati saat akan mengajukan kredit di sebuah bank. Cek betul bagaimana kredibilitas bank tersebut sebelum mengajukan kredit. Karena setiap perbankan selalu memberikan iming-iming kemudahan untuk menarik perhatian,” imbaunya.

Sementara menurut salah satu pelaku JK mengaku apa yang dilakukannya hanya untuk menutupi kredit yang bermasalah. Kaitannya dengan performen perbankan,” akunya.(Hery D)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *