Empat Fraksi DPRD, Mahasiswa dan Sejumlah Ormas Islam Blitar Sepakat Menutup Karaoke Maxi Brilian

detikcyber.com, BLITAR – Pasca penggrebekan karaoke Maxi Brillian yang dilakukan oleh Polda Jatim, desakan dari mahasiwa maupun ormas Islam GP Ansor-Banser dan ormas Front Pembela Islam (FPI) Blitar Raya, Aktivis PMII dan anggota dewan untuk menutup tempat hiburan itu semakin kuat. Mereka, juga segera menyampaikan hasil hearing di kantor DPRD kepada pihak Pemkot Blitar.

Tampak Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia dan sejumlah Ormas Islam Blitar Raya mengikuti hearing dengan antusias. (foto by Bang Ipul)

Hasil audiensi hearing yang digelar di gedung dewan, diperoleh kesepakatan, empat fraksi di DPRD Kota Blitar yakni PDI Perjuangan, PKB, Fraksi Indonesia Raya Adil Sejahtera dan Persatuan Pembangunan Karya Demokrat meminta Pemkot mengkaji ulang perizinan tempat hiburan di Jalan Semeru, Kauman Kepanjenkidul itu, Selasa (18/12/2018).

Kalau ditemukan pelanggaran, Pemkot harus mencabut izinnya. Kami akan secepatnya menyampaikan rekomendasi ke eksekutif termasuk pencabutan izin usaha.

Tak hanya penutupan, Legislatif juga akan merekomendasikan ke eksekutif untuk mencabut perizinan karaoke Maxi Brilian. Pemkot juga didesak untuk menindak tegas semua tempat hiburan yang melakukan praktik serupa,” kata Wakil Ketua DPRD Kota Blitar Totok Sugiarto usai audiensi.

Plt Walikota Blitar, Drs Santoso M.Pd, siap menindaklanjuti hasil hearing DPRD Kota Blitar bersama Mahasiswa dan sejumlah Ormas Islam Blitar Raya untuk menutup dan mencabut ijin karaoke Maxi Brilian. (Foto by bang Ipul)

Selain itu, pihaknya juga segera akan memanggil OPD yang berkaitan dengan pengawasan dan perizinan tempat karaoke. Pemkot harus segera mengambil sikap tegas terhadap karaoke itu. Kami juga merekomendasi meminta pemkot mengawasi tempat hiburan lain yang ada di Kota Blitar. Kalau ditemukan tidak sesuai izinnya, harus ditindak tegas. Jika perlu perlu ditutup,” tegas Totok.

Ditempat sama, Massa GP Ansor-Banser dan ormas Front Pembela Islam (FPI) Blitar Raya menolak beroperasinya kembali tempat karaoke Maxi Brilian Live Musik yang menampilkan tarian striptis. Ansor Banser dan FPI mendesak legislatif menutup total aktivitas Maxi Brilian yang dinilai akan mengundang kembali praktik maksiat.

Mereka menyampaikan hal tersebut dalam hearing (rapat dengar pendapat) antara DPRD Blitar bersama sejumlah ormas. Yakni GP Ansor Banser, FPI, ormas Muhammadiyah, Pemuda Muhammadiyah, Jamaah Anshorut Syariah (JAS), aktivis PMII, perwakilan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) dan tokoh masyarakat lainnya.

“Kami tegaskan untuk ditutup sampai ada aturan yang jelas dan tidak menyalahi aturan,” tegas Pembina Ansor Banser Kota Blitar Akbar Charir, Selasa (18/12/2018).

Senada dengan Ansor Banser, Ganang Edi Wibowo selaku Ketua FPI Blitar Raya menegaskan penutupan total tempat karaoke tersebut tidak bisa ditawar lagi. Karena yang terjadi di karaoke Maxi Brilian, jelas bertentangan dengan norma agama dan kultur masyarakat Kota Blitar.

Oleh karena itu FPI mendesak legislatif merekomendasikan penutupan kepada Pemkot Blitar. “Kami dukung kesepakatan anggota dewan. Tempat karaoke yang disalahgunakan untuk praktik asusila harus ditutup. Kami akan terus mengawal kasus ini,” kata Ketua Forum Umat Islam Blitar Raya Akbar Harir.,” katanya.

Sementara empat fraksi DPRD Kota Blitar, yakni PDI Perjuangan, PKB, Fraksi Indonesia Raya Adil Sejahtera dan Persatuan Pembangunan Karya Demokrat juga menyatakan sepakat dengan keingingan ormas. Lokasi karaoke Maxi Brilian harus segera ditutup.

Kesepakatan bersama ini mereka aplikasikan dalam bentuk tanda tangan pada kain warna putih sepanjang dua meter. Menurut mereka, kain putih ini segera dikirimkan ke Pemkot Blitar sebagai bentuk bukti bahwa warga Kota Blitar minta Maxi Brillian ditutup dan dicabut izinnya.

Terpisah Plt Walkota Blitar Drs Santoso M.Pd saat dikonfirmasi detikcyber.com perihal tersebut mengatakan, dirinya hari ini mendelegasikan kepada Sekda untuk menggelar rapat bersama OPD terkait untuk membahas soal penutupan karaoke Maxi Brilian, Rabu (19/12/2018).

Santoso juga menyatakan atas rekomendasi dari hasil kesepakatan dari ke empat fraksi di DPRD bersama mahasiswa dan sejumlah tokoh masyarakat serta sejumlah Ormas Islam Blitar Raya, pihak Pemkot sepakat untuk menindaklanjuti dan menutup karaoke serta mencabut ijin Maxi Brilian Blitar.  (bang Ipung)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *