Plt WALIKOTA BLITAR : “ MELANGGAR ATURAN“  KARAOKE MAXI BRILIAN HARUS DITUTUP

detikcyber.com, BLITAR – Meski sempat dibantah oleh pemiliknya, Heru Sugeng Priyono, pasca penggerebekan di tempat karaoke Maxi Brilian yang berada ditengah kota Blitar soal penari stripstis dan layanan seks. Namun dalam konferensi pers Selasa (4/12/2018) yang digelar oleh Kepolisian Daerah Jawa Timur mengungkapkan. Dua pelaku prostitusi karaoke Maxi Brilian di Kota Blitar yang berhasil ditangkap oleh Subdit IV Renakta Ditreskrimum Polda Jawa Timur, dua pelaku diketahui bernama Ratna Ayu Kinanti (Mami Ratna) dan Juwito Qairul Anwar alias Aan (Manager), mereka bekerja di tempat karaoke Maxi Brilian.

Plt Walikota Blitar, Drs Santoso M.Pd

Kasubdit IV Renakta Ditreskrimum Polda Jatim, AKBP Festo Ari Permana mengatakan terbongkarnya kasus ini karena petugas mendapatkan informasi bahwa ada tempat karaoke yang menyediakan Pemandu Lagu LC (Ladies Companion), yang biasa striptis dan biasa juga melayani hubungan seks di dalam room karaoke.

Tepatnya, pada Senin 3 November 2018 petugas Ditreskrimum Polda Jatim langsung melakukan penggeledahan di Resto dan Karaoke Maxi Brilian Live Musik, Jalan Semeru nomor 84-86 Kelurahan Kauman, Kecamatan Kepanjen Kidul Kota Blitar. “Pada saat petugas melakukan penggerebekan di room room 4, petugas telah menemukan satu tamu laki-Iaki sedang melakukan hubungan seks dengan dua pemandu lagu LC. Selanjutnya dilakukan introgasi terhadap satu tamu dan dua pemandu lagu tersebut, setelah itu mengamankan pelaku, saksi-saksi beserta barang bukti ke Polda Jatim,” ucap AKBP Festo Ari Permana.

Saat  Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Frans Barung Mangera SIK (kanan) memperlihatkan barang bukti.

Modus tersangka tak lain menawarkan kepada tamu serta pemandu lagu LC untuk menemani tamu menyanyi dan selanjutnya bisa diIakukan Booking untuk melakukan tarian striptis. Selain itu dapat juga berhubungan seks di dalam ruang karaoke tersebut. Sedangkan untuk tarif pelaku mematok satu juta untuk dua jam.

Disamping mengamankan dua orang pelaku, Polisi juga berhasil mengamankan Adapun barang bukti berupa satu buah Kondom terpakai dan belum terpakai, celana dalam dan BH milik saksi Chelsea dan Indah, tiga unit HP, serta uang tunai sejumlkah Rp. 2.800.000 juta dan Bill pembayaran .

Atas Perbuatannya tersangka dijerat dengan pasal 296 KUHP, pasal 506 KUHP, serta pasal 55 KUHP Jo pasal 56 KUHP tentang tindak pidana memudahkan tindakan cabul.

Terpisah menurut Plt Walikota Blitar, Drs Santoso M.Pd mengetahui dan menanggapi kasus yang terjadi di tempat karaoke Maxi Brilian meradang. Santoso Saat dikonfirmasi Rabu (5/12/18) dengan nada tinggi menyampaikan, kalau itu secara hukum terindikiasi  memang sudah menyalahi aturan hukum yang berlaku maupun sudah melanggar Perda, maka sebaiknya diberikan sangsi berat, tempat karaoke tersebut harus ditutup dan ijinnya dicabut.

Apalagi tempat karaoke tersebut berada di kampung Kauman yang jika sangat mengganggu komunitas setempat, maka melihat seberapa jauh tingkat pelanggaran itu kalau terindikasi melakukan pelanggaran berat. ya.. harus ditutup. Disamping itu para pelakunya harus ditindak tegas sesuai prosedur hukum yang berlaku,” tegasnya. (Anton)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *