Semen Indonesia Realisasikan Program Pemberdayaan Masyarakat Senilai Rp7,25 M di Kabupaten Tuban

detikcyber.com, Tuban – PT Semen Indonesia (Persero) Tbk.berkomitmen menjalankan program pemberdayaan masyarakat melalui Program Corporate Social Responsibility (CSR) kepada desa-desa diwilayah pengembangan perusahaan. Di Kabupaten Tuban, perusahaan telah melakukan program pengembangan masyarakat untuk 26 desa dan 3 kecamatan dengan nilai total Rp7,25 miliar.

Senior CSR Officer Semen Indonesia, Setiawan Prasetyo merealisasikan usulan program yang diajukan dari Desa Sembungrejo Kec. Merakurak Kab. Tuban.

Program pemberdayaan yang dilakukan oleh perusahaan merupakan hasil masukan dari masyarakat. Pada tahap awal, masing-masing desa dan kecamatan menyusun proposal program melalui musyawarah dan Focus Group Discussion (FGD).Dari ajuan proposal tersebut, tim yang terdiri dari perwakilanperusahaan, desa, kecamatan dan kabupaten melakukan verifikasi final untuk  menentukan program yang akan direalisasikan. Pemilihan program diprioritaskanpada proposal yang bersifat pemberdayaan.

Menurut Pgs.KepalaDepartemenKomunikasi Perusahaan Semen Indonesia, SigitWahono“Pelaksanaan CSR perusahaan lebih diprioritaskan pada program pemberdayaan masyarakat, dimana hal ini selaras dengan program Pemerintah KabupatenTuban, yaitu pengentasan kemiskinan. Oleh karena itu, usulan program diharapkan sesuai dengan kebutuhan masyarakat agar tepat sasaran dan dapat mendukung program pemerintah daerah tersebut”.

Senior CSR Officer Semen Indonesia, Setiawan Prasetyo menandatangani Surat Perjanjian Pemanfaatan Dana, Surat Perjanjian Pemberian Pekerjaan atas program yang diusulkan dari Desa Tuwiri Kulon disaksikan Camat Merakurak, Agung Tri Wibowo, Kades Tuwiri Kulon, Dasmiati dan FMK dan tokoh masyarakat setempat.

“Pada tahun 2018 ini, perusahaan menerima ajuan sebanyak 204 proposal. Namun, proposal yangmemenuhi verifikasi hanya sebanyak 190 proposal, yang terdiri dari 114 kategori pemberdayaan masyarakat dan 76 kategori pembangunan sarana dan prasarana,” lanjut Sigit Wahono.

Lebih lanjut, Sigit mengatakan bahwa perusahaan melakukan pendampingan sejak penyusunan proposal sampai dengan saat pelaksanaan program.Hal ini dilakukan dengan harapan agar implementasi programdi masing-masing desa dapat sesuai dengan rencana yang sudah disepakati dari hasil musyawarahdan FGD oleh Forum Masyarakat Kokoh (FMK)di desa.

‘’Setelah selesai kegiatan, perusahaan juga akan melakukan monitoring dan evaluasi terhadap program yang telah dilaksanakan. FMK sebagai pelaksana program dapat memberikan laporan yang obyektif dan akuntabel sehingga dapat menjadi referensi untuk program selanjutnya,’’ pungkasnya.(Humas Semen Indonesia)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *