Mekanisme Ganti Rugi Sungai Bogel Nunggu Tim Appraisal

detikcyber.com,BLITAR – Sosialisasi terkait dampak normalisasi sungai Bogel dan khususnya Kali Anyar, kembali di gelar di Kantor Kelurahan Kedung Bunder kecamatan Sutojayan , pada jumat (16/11/18). Kurang lebih dari 42 KK khususnya warga Kedung Bunder hadir, yang sebelumnya warga kelurahan Kembang Arum yang berjalan kondusif dan sepakat

Turut mengundang sosialisasi tersebut antara lain, Kepala Dinas Perumahan dan Pemukiman kabupaten Blitar beserta staf, camat Sutojayan yang mewakilli dari BBWS ,serta pelaksanaan harian pekerja proyek, Babinsa Kedung Bunder, Muspika dan tokoh masyarakat setempat.

Kapala Dinas Perumahan dan Pemukiman, Agus Santoso menjelaskan terkait sistem dan mekanisme proses ganti rugi dampak normalisasi sungai Bogel karena dalam hal ini leading sektor SKPD yang membidangi atau yang mempunyai tugas pokok pengadaan tanah untuk kepentingan umum dan memfasilitasi pekerjaan normalisasi sungai Bogel.

Langkah pertama sosialisasi pengukurun di wilayah kelurahan Kedung Bunder dan Pandan Arum.
Pada hari Rabu Minggu kemarin di awali di kelurahan Pandan Arum.
Kenapa Pandan Arum jadi yang pertama karena Pandan Arum sudah mempunyai kesepakatan dengan BPN dan pihak pihak pemilik proyek,”
Terang Agus .

Menerangkan terkait team appraisal
Melalui mekanisme lelang dengan sistem membuka pengumuman dan pendaftaran .
Appraisal atau penilaian adalah proses pekerjaan atau kegiatan seorang penilai dalam memberikan suatu estimasi atau opini atas nilai ekonomis suatu properti, baik berwujud ataupun tidak berwujud yang berdasarkan hasil analisis terhadap fakta-fakta yang objektif dan relevan dengan menggunakan metode,”imbuh Agus.

Menjelaskan bahwa proses masih identifikasi dan jumlah kelurahan Pandan Arum kemarin 33 KK dan untuk Kedung Bunder sebanyak 42 KK. Dan ini nanti masih berlanjut dan secara keseluruhan dan riilnya belum bisa menyampaikan kapan kepastian selesai nya. Karena proses nya bertahap.

Disingung terkait pemasangan patok batas pekerjaan proyek, Agus menambahkan bahwa pada hari Sabtu (17/11/18) pagi jam 8 akan di laksanakan pematok an batas pekerjaan proyek oleh Balai Besar Sungai Berantas ( BBWS) dan warga serta di saksikan perangkat kelurahan setempat.
Terkait target proses realisasi ganti rugi warga yang terdampak sungai Bogel diusahakan secepatnya dan mengikuti pembangunan yang di lakukan Balai Besar Sungai Berantas ( BBWS),” pungkas Agus Santoso. ( Anton )

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *