Saksi Sidang Walikota Blitar Menyangkal

detikcyber.com, SIDOARJO – Persidangan kali kedua atas terdakwa mantan Walikota Blitar Samanhudi Anwar di ruang candra Pengadilan Tipikor Surabaya kamis (8/11), dalam sidang lanjutan dugaan suap,dibuat geram oleh saksi Susilo Prabowo.

Pasalnya, saksi Susilo Prabowo alias Mbun memutar balikkan fakta dan mengaburkan kasus suap ke arah hutang piutang.

Bahka Ketua Majelis Hakim Agus Hamzah sempat memperingatkan, “Anda jangan memutar balikkan fakta, nanti justru akan menyulitkan anda sendiri,” kata Agus Hamzah, Kamis (8/11).

Agus kembali meradang saat Bos PT Moderna Teknik Perkasa, Susilo Prabowo berbelit belit dan menyangkal soal pemberian uang suap untuk mendapatkan sejumlah proyek di Blitar.

“Hutang itu kan untuk mendapatkan proyek, kalau memang hutang apa sudah kamu tagih, kan tidak pernah kamu tagih,” sergah Agus Hamzah.

Hal yang sama, terhadap saksi Susilo Prabowo, Hakim Agus Hamzah juga geram dengan beberapa penyangkalan terdakwa Bambang Purnomo (mediator suap), yang mengaku tidak mengetahui uang yang dititipkan saksi Susilo Prabowo itu adalah untuk suap proyek renovasi SMPN 3 Blitar.

“Lalu uang itu untuk siapa, gak mungkin kalau kamu tidak tau kalau uang itu untuk Samanhudi. Kalau memang disuruh nunggu ada yang telpon untuk mengambil uang itu, mestinya kan kamu tanyakan uang untuk siapa, sudahlah saksi ini sudah beberapa kalau mempertahankan keterangannya, jangan dipungkiri,” kata Agus Hamzah dengan nada tinggi yang diamini terdakwa dengan menyebut uang suap itu akan diambil oleh Samanhudi.

Selain itu, terdakwa Bambang juga menyangkal mengetahui adanya soal rencana suap tapi dia membenarkan adanya pertemuan. Namun lagi-lagi ia mengaku tidak begitu jelas perbicaraan antara Saksi Susilo dan Samanhudi.

“Saya hanya mendengar ada pembicaraan fee 8 persen dan saksi berkata kebesaran,” kata Bambang yang akhirnya ditepis oleh saksi Susilo Prabowo.

Sidang kasus ini akan kembali digelar satu pekan mendatang dengan agenda keterangan saksi lainnya.

Untuk diketahui, Jaksa KPK Joko Hermawan dalam persidangan menghadirkan dua saksi pada persidangan. Dua saksi itu adalah Susilo Prabowo, dan saksi Windha Paramitha, Pegawai May Bank Blitar.

Susilo Prabowo didengarkan keterangannya sebagai pemberi suap, sedangkan saksi  Windha Paramitha didengarkan keterangannya soal adanya pencairan beberapa cek yang terkait kasus suap ini.

Kasus ini bermula dari Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang dilakukan KPK, yang awalnya menangkap Bambang Purnomo dan Susilo Prabowo hingga mengarah ke Samanhudi yang saat itu masih menjabat sebagai Walikota Blitar.

Sidang perkara suap mantan Walikota Blitar Samanhudi kembali dilanjutkan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Surabaya, Kamis (8/11/2018). Dalam sidang itu, Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mendatangkan saksi guna dimintai keterangan. (Rein)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *