Terjerat Kasus Politik Uang, 2 Caleg Golkar Segera Disidang

detikcyber.com, SEMARANG – Kasus kedua tersangka saat menghadiri pergelaran wayang kulit dalam acara sedekah Dusun Kalikembar, Desa Pakopen, Kecamatan Bandungan, Minggu (23/9) lalu, berkas perkaranya terkait dugaan politik uang dua caleg Partai Golkar di Kabupaten Semarang itu dinyatakan lengkap atau P21.

Rencananya berkas perkara akan dilimpahkan ke Pengadilan Negeri Ungaran, Kabupaten Semarang, Senin (5/11). Pasalnya, keduanya saat naik panggung menyampaikan orasi politik yang dinilai mengandung unsur kampanye. Selain berorasi, keduanya memberikan dua amplop berisi uang kepada panitia dengan dalih untuk sumbangan membeli air meniral.

Dugaan politik uang tersebut dilakukan dua caleg Partai Golkar Siti Ambar Fatonah dan Sarwono. Untuk Ambar saat ini maju sebagai Caleg DPRD Provinsi Jateng sedang Sarwono untuk DPRD Kabupaten Semarang.

Menurut Kajari Kabupaten Semarang, Raharjo Budi Kisnanto mengatakan, keduanya diduga melakukan tindak pidana melanggar pasal 521 UU No 7 tahun 2017 tentang Pemilu dan junto pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP atau pasal 523 ayat 1 UU no 7 tahun 2017 tentang Pemilu junto pasal 55 ayat 1 ke-1.

“Memang agak spesifik dalam hal hukum acaranya menyimpang dari ketentuan UU No 8 tahun 1981 tentang KUHAP. Terutama mengenai jangka waktunya. Kemarin sudah kita nyatakan P21 tanggal 29 Oktober 2018, selanjutnya pada tanggal 31 Oktober 2018 penyerahan barang bukti serta tersangka di Kantor Sentra Gakkumdu Bawaslu,” kata Raharjo saat ditemui di kantornya, Kamis (1/11/2018).

Setelah menerima penyerahan tersangka dan barang bukti lanjut Raharjo, dikarenakan ancaman hukuman dari pasal 521 dan pasal 523 UU No 7 tahun 2017 tentang pemilu pidana bencana setinggi-tingginya 2 tahun, maka tidak bisa dilakukan penahanan terhadap kedua tersangka tersebut. Kejaksaan punya waktu paling lambat 5 hari untuk melimpahkannya ke Pengadilan Negeri Ungaran,” terangnya.

Dijelaskan Raharjo,paling lambat 5 hari setelah menerima penyerahan tersangka dan barang bukti, nanti kita limpahkan ke Pengadilan Negeri Ungaran untuk dilakukan proses persidangan selama 7 hari kerja perkara tersebut sudah putus. Sesuai dengan UU No 7 tahun 2017 hukum acara berbeda terutama soal jangka waktu penyelesaian berkas perkaranya. “Saat ini jaksa penuntut umum sedang melakukan penyusunan surat dakwaan. Ya paling lambat Senin (5/11), kami limpahkan ke Pengadilan Negeri Ungaran,” pungkasnya.(Jar)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *