JUMBARA MEMBANGUN ANAK JADI MANDIRI, KREATIF DAN RENDAH HATI

detikcyber.com, KajenDewasa ini generasi muda seharusnya mendapatkan perhatian secara ekstra, karena dengan kemajuan ilmu dan teknologi juga berdampak pada persoalan negatif yang cenderung secara umum tidak menguntungkan terhadap pembangunan bangsa. Contoh konkritnya adalah narkoba dan pergaulan bebas. Dan benteng yang kuat adalah dengan membentuk kegiatan-kegiatan positif seperti Palang Merah Remaja atau PMR.

Demikian disampaikan Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi, SH.,M.Si pada acara pembukaan Jumpa Bhakti Gembira (Jumbara) ke-11 PMR Madya Wira PMI Kabupaten Pekalongan, di obyek wisata Linggoasri Kecamatan Kajen, Kamis (25/10/2018).

Kegiatan dihadiri antara lain oleh Wakil Bupati sekaligus Ketua Umum PMI Kabuten Pekalongan – Ir. Hj. Arini Harimurti, Dandim 0710 Pekalongan – Letkol Inf. Muhammad Ridha, S.S.,S.IP, Sekda Kabupaten Pekalongan Dra. Hj. Mukaromah Syakoer, MM beserta para Kepala OPD terkait, Kepala Kemenag Kabupaten Pekalongan KH. Kasiman Mahmud Desky, M.Ag, dan jajaran PMI Kabupaten Pekalongan.

Dikatakan Bupati, pelatihan melalui PMR pada dasarnya dapat membentuk generasi yang memiliki karakter positif yaitu munculnya sikap toleransi, mau berkorban dan sikap tanggap terhadap persoalan-persoalan kemanusiaan.

Oleh karena itu, kata Bupati, fungsi dan peranan Jumbara menjadi penting untuk diikuti oleh segenap remaja dalam rangka melatih kerjasama antar remaja, menimba ilmu terkait dengan kepalangmerahan, mampu berinteraksi secara positif.

“Ini adalah Jumbara Kabupaten Pekalongan yang diikuti oleh sekitar 1.900an siswa siswi SMP dan SMA se Kabupaten Pekalongan. Saya kira kegiatan ini sangat konstruktif sekali untuk melatih anak-anak kita supaya terampil, bisa bekerjasama untuk mengatasi hal-hal yang berkaitan dengan bagaimana tolong-menolong, bagaimana tanggap terhadap bencana dan bagaimana langkah-langkah yang perlu dilakukan oleh anak-anak pada saat situasi di keluarganya, di desanya atau di lingkungannya terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Jadi mereka secara mental sudah dilatih disini. Dan kegiatan ini baik sekali,” kata Bupati.

Lebih lanjut Bupati mengungkapkan, keberadaan PMI di Kabupaten Pekalongan selama ini sudah berjalan dengan baik. Relawannya juga sudah kita kirim ke mana-mana termasuk ke Palu dan Donggala. “Tinggal nanti perlengkapannya pelan-pelan akan kita lengkapi agar menjadi perlengkapan yang standar, sehingga PMI Kabupaten Pekalongan bisa “On Call” untuk digunakan dalam kegiatan kemanusiaan dimanapun,” imbuhnya.

Sementara itu ketua panitia penyelenggara –Trio Santoso, dalam laporannya menyampaikan kegiatan Jumbara PMR ke-11 PMI Kabupaten Pekalongan dilaksanakan selama 4 hari yakni mulai 24 hingga 27 Oktober 2018. Dan diikuti oleh 1905 siswa, terdiri 720 siswa dari 33 pangkalan (anggota PMR Wira, setingkat SMA) dan 1185 siswa dari 55 pangkalan (anggota PMR Madya, setingkat SMP).

Tujuan pelaksanaan Jumbara PMR, kata Trio, salah satunya adalah sebagai sarana evaluasi kompetitif terhadap kurikulum pembinaan dan pelatihan ketrampilan serta pengetahuan kepalangmerahan anggota PMR Madya dan PMR Wira tingkat Kabupaten Pekalongan. “Disamping itu sebagai ajang mempererat tali persahabatan dan persaudaraan sesama anggota PMR. Dan juga dalam rangka membangun remaja Indonesia yang memiliki karakter Palang Merah,” terang Trio.

Masih menurut Trio, dengan Jumbara PMR hasil yang diharapkan setiap anggota PMR mampu memahami tentang tujuan Kepalangmerahan dan selalu waspada bahwa negara kita rawan bencana. “Diharapkan juga setiap anggota PMR mampu melaksanakan tugas Kepalangmerahan dalam kehidupan sehari-hari dan persamaan materi dan uji kecakapan Kepalangmerahan di setiap pangkalan,” imbuhnya. ( LES – 25 )

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *