Demo KRPK :Mendesak Polisi Segera Usut Aktor Intelektual Kasus Surat Palsu KPK

detikcyber.com, BLITAR – Buntut belum tuntasnya kasus surat palsu KPK membuat sekelompok masa yang tergabung dalam Komite Rakyat Pemberantas Korupsi (KRPK), Kamis (25/10) menggelar aksi di Simpang Lovi atau di samping kantor DPRD Kota. Aksi damai tersebut masa mendesak pihak kepolisian segera mengusut tuntas pembuat surat palsu KPK menyeret Ketua LSM KRPK Mohammad Trijanto.

Ketua KRPK M Trijanto saat mengelar demo damai

Masa berorasi serta membentangkan spanduk bertuliskan Save Trijanto “ dan tuntutan ke polisi segera membongkar aktor intelektual pembuat surat palsu.Serta menolak kriminalisasi terhadap aktivis anti korupsi terkait surat palsu KPK.

Massa menuding ada upaya kriminalisasi pada aktivis anti korupsi di Blitar.Trijanto sebagai ‘ketua’ bagi mereka adalah korban. Massa mensejajarkan posisi Trijanto seperti Prabowo dalam kasus hoax Ratna Sarumpaet.

Orasi yang disuarakan koordinator aksi Imam Nahwari, “seharusnya polisi lebih fokus menyelidiki siapa yang membuat surat palsu KPK itu. Bukan malah menprioritaskan menyelidiki ketua kami. Ketua kami itu korban. Tidak mungkin kami aktivis anti korupsi, lalu membuat surat palsu KPK itu. Justru tindakan ketua memposting di akun medsos, biar semua masyarakat Blitar tahu ada konspirasi di balik semua ini.

Kasus penyidikan viralnya surat palsu KPK terus berkembang. Sebanyak 11 saksi telah diminta keterangan oleh polisi. Dari Bupati Blitar, Ketua DPRD Kabupaten Blitar, satpol PP, beberapa anggota LSM, dan anak seorang kontraktor berpengaruh yang disebut berinisial YT.

Namun dalam perkembangan proses hukum itu, massa menilai banyak kejanggalan yang muncul. Mulai dari proses hukum yang terkesan dipaksakan, penyidik Polres Blitar dinilai mendahului keyakinan daripada fakta hukum.

Dalam orasinya, Imam berteriak lantang, banyak kejanggalan kami temukan selama proses penyidikan kasus yang melibatkan ketua. Seperti keluarnya sprindik sebelum proses penyelidikan dilakukan dengan tuntas. Dan dilakukanya gelar perkara untuk menentukan dugaan unsur pidana. Selain itu, massa juga menuntut penanganan dugaan korupsi di Kabupaten Blitar yang sampai sekarang belum ada perkembangan.

Seperti dugaan korupsi dana hibah, dugaan korupsi workshop Dinas Pendidikan tahun 2015, maupun bansos Pemkab Blitar mulai tahun 2013 hingga 2015.

Sementara itu, satu SSK Polresta Blitar disiagakan untuk menjaga keamanan serta memperlancar arus lalu lintas menuju pusat Kota Blitar. Demo berakhir pukul 11.40 wib, dan massa bubar menaiki mobil bak terbuka melaju ke arah barat kota.(Anton)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *