PEMBANGUNAN JALAN PANINGGARAN – KANDANGSERANG JADI PRIORITAS

detikcyber.com. Kajen Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi, SH.,M.Si melakukan peninjauan kondisi infrastruktur di Kecamatan Paninggaran dan Kecamatan Kandangserang yakni peningkatan jalan ruas Werdi-Bubak, karena kondisi akses jalan setempat dikeluhkan masyarakat yang butuh perhatian khusus untuk pembangunan.

Jembatan rusak dan lapuk : tampak Kepala Bidang Bina Marga Arif Gunawan menunjukan Jembatan Kali Keruh Luragung kepda Bupati Pekalongan Asip Kholbihi, pada saat Bupati Pekalongan meninjau pembangunan jalan Bubak-Werdi dan pembangunan jembatan Kali Keruh di Desa Luragung ( foto : Leles )

Peninjauan dilakukan Bupati bersama Kepala Bappeda dan Litbang – Ir.  Bambang Irianto, M.Si., dan Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPU Taru) – Wahyu Kuncoro, ST.,MT beserta jajarannya dan anggota DPRD setempat.

Kegiatan tersebut sekaligus meninjau kondisi Jembatan Kali Genteng di Desa Kandangserang yang merupakan bangunan Belanda yang dalam kondisi rusak dan belum selesai pembangunannya.

“Tinjauan yang saya lakukan ini karena Kandangserang menjadi perhatian khusus, dan prioritas untuk pembangunan, sebab memang kondisi jalan kemudian jembatan sudah sangat memperihatinkan, serta harus segera ditangani,” kata bupati.

Disebutkan, beberapa ruas jalan di Kandangserang sudah mulai dalam pengerjaan pembangunan, kemudian perhatian khusus dilakukan juga untuk Kandangserang bagian Selatan. Namun, pelaksanaannya dilakukan secara bertahap.

Tak hanya itu, kegiatan peningkatan infrastruktur salah satu daerah atas Kabupaten Pekalongan itu, sekarang juga masih terkendala oleh jembatan yang rusak. Sehingga langkah pertama dilakukan adalah pembangunan jembatan terlebih dahulu.

Kondisi jembatan sudah sangat memperihatinkan dan berdasarkan kajian teknis dari Institut Teknologi Bandung (ITB), karena merupakan jembatan bangunan Belanda dan sudah lama, sehingga harus ada pembatasan tonase. Sehingga nanti akan dilakukan pemasangan portal agar kendaraan berat tidak masuk.

“Sekarang ini masyarakat harus hati-hati dan sabar, jangan abaikan keselamatan, utamakan keselamatan dan jangan memaksakan diri. Biar dibangun terlebih dahulu, karena tahun 2017 pembangunan terhenti karena pemenang ingkar janji dan sudah di black list,” tandas Asip.

Disebutkan, bulan Oktober ini akan dilakukan pemasangan lima balok grider jembatan, kemudian di cor, setelah itu tinggal finishing, lantaran konstruksinya cukup ringan. Kendati demikian masyarakat harus hati-hati.

“Satu lagi jembatan yang perlu mendapat perhatian serius adalah Jembatan Kali Keruh di Desa Luragung yang runtuh, akibat penggalian batu yang tidak memperhatikan lingkungan, nanti akan dikoordinasikan dengan pihak terkait untuk pembatasan, karena jembatan menghubungkan ke Pemalang. Kita juga sedang mengajukan Jembatan Balai ke kodam IV Diponegoro,” ungkap bupati.

Sementara itu Kepala Dinas Pekerjaan Umum Tata Ruang ( DPU TARU ) Wahyu Kuncoro, ST., MT. kepada Wartawan diruang kerjanya mengatakan dinas akan segera menindaklanjuti pekerjaan ini, karena akses jalan dan jembatan sangat penting untuk kelancaran aktivitas masyarakat dan perekonomian masyarakat.

Lebih lanjut Wahyu Kuncoro  mengintruksikan jajaranya terutama Bidang Bina Marga  untuk selalu proaktif dalam pembangunan jembatan Kali Keruh  ini.

“ Saya berharap pekerjaan ini  bisa berjalan dengan baik, karena bila musim hujan tiba akan sangat mengganggu pekerjaan pembangunan jembatan tersebut “, harap Wahyu Kuncoro. ( LES – 25 )

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *