Tersangka Pembunuh Ferin Diah Terancam Hukuman Mati

detikcyber.com, Blora – Manajer Hotel Kristiyan Ari Wibowo (32), warga Perum Dolog Tlogosari Wetan Semarang tersangka pembunuh Ferin Diah Anjani dengan cara dibakar di kawasan hutan jati, Kabupaten Blora, terancam hukuman mati. Karena KAW dalam sangkaan dikenakan pasal pembunuhan berencana.

Dengan ancaman hukuman seumur hidup atau maksimal hukuman mati,” demikian dikatakan Kapolres Blora AKBP Saptono saat dikonfirmasi Sabtu (11/8). Dipastikan tersangka berpotensi menghuni Lembaga Pemasyarakatan (LP) Nusakambangan.

Disisi lain Kasat Reskrim Polres Blora AKP Heri Dwi Utomo menambahkan tersangka kita jerat dengan menggunakan tiga pasal yakni dua pasal terkait pembunuhan pasal 340 subsider pasal 338 KUHP tentang tindak pembunuhan dan subsider pasal 365 KUHP terkait tindak pencurian dengan kekerasan. Heri pekan depan akan lakukan reka ulang kejadian. ” Kita akan rekonstruksi minggu depan guna melengkapi berkas di kejaksaan guna disidang,” jelasnya.

Seperti duberitakan, peristiwa pembunuhan yang terjadi pada Selasa (31/7) lalu itu bermula dari pelaku yang berkenalan dengan korban melalui Instagram mengajak bertemu dan berkencan di sebuah hotel di kawasan Gombel Semarang.

Usai berkencan, timbul hasrat pelaku untuk menguasai perhiasan yang dikenakan korban yang akhirnya memicu pelaku untuk membunuh korban yang diawali dengan cara membekap muka korban dengan bantal.

Melihat kondisinya sudah tak sadar, korban kemudian dimasukkan pelaku di mobilnya dan dibuang di pinggir jalan raya Kundungan-Todanan Sendang Wates Kabupaten Blora, pada Rabu (1/8) dini hari. Untuk membuang identitas korban, pelaku membakar seluruh tubuh korban”, ungkap Kapolres Blora AKBP Saptono yang memimpin langsung penangkapan pelaku.

Penangkapan pelaku dilakukan kurang dari 24 jam setelah identitas korban terungkap pada Senin (6/8) kemarin. Melihat mayat korban yang hangus, Polisi melakukan tes DNA yang kemudian dicocokkan dengan sejumlah warga yang melaporkan kehilangan anggota.

Selain DNA, Polisi juga mendapatkan kepastian identitas korban dari anting atau giwang yang masih melekat di mayat korban yang akhirnya diakui sebagai milik korban oleh keluarganya.(Ngari)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *