Hasil Jual Narkoba Di Lapas, 5 pelaku Asetnya 24 Miliar

detikcyber,com, Surabaya – Untuk mengelabuhi Polisi agar asetnya tidak terendus berbagai cara dilakukan oleh peluku jaringan narkoba. Namun pepatah mengatakan barang busuk akan terciun juga. Hal tersebut dibuktikan oleh Badan Narkotika Nasional (BNN) yang berhasil menguak Model baru bisnis narkoba jaringan lembaga pemasyarakat (Lapas) di beberapa daerah di Pulau Jawa. Mereka menggunakan modusnya money laundry.

Hal itu dikatakan oleh Kepala BNN, Komjen Pol Heru Winarko, uang hasil penjualan narkoba, oleh para tersangka dialihkan ke bisnis lain. Salah satunya adalah bisnis money changer. Modus ini dilakukan agar aliran uang hasil transaksi narkoba dengan jumlah miliaran Rupiah yang dikendalikan dalam Lapas, tidak terdeteksi. Mereka mengelabui polisi dengan menggunakan perusahaan fiktif. Termasuk rekening dengan identitas fiktif,” katanya saat menggelar konferensi pers di Surabaya awa Timur, Senin (31/7).

Lebih lanjut kata Heru yang pernah menjabat sebagai Wadir II Ekonomi Bareskrim Polri itu mengatakan, pengungkapan kasus ini, berawal dari pengembangan kasus narkoba pada 4 Maret 2017 lalu.Hasilnya, lima orang tahanan narkoba di Lapas Tangerang ditetapkan sebagai tersangka. Diantaranya, Boby alias Army Roza, Ali Akbar Sarlak alias Shamsollah, Lisan Bahar, Tamia Tirta Anastasya alias Sunny Edward dan Adiwijaya Yudi.

Kelima tersangka menempati rumah mewah di kawasan Mulyosari Utara, Surabaya. Rumah ini dibeli dari hasil uang money laundry bisnis narkoba para tersangka  Pengungkapan kasus ini juga merupakan hasil kerjasama BNN pusat dengan BNN Provinsi Jatim,” terang Kepala BNN, Komjen Pol Heru Winarko.

Selain itu, para tersangka juga membeli rumah mewah di Jakarta. Tangerang, dan Cilacap. Bahkan ada yang di luar negeri, tepatnya di Taiwan. Jaringan ini menggunakan uang hasil penjualan narkoba untuk membeli properti, kendaraan, dan perhiasan. Sebagian uangnya juga ditukar mata uang asing untuk dibelikan rumah mewah.

Total aset pencucian uang hasil bisnis narkoba yang berhasil disita petugas, mencapai Rp 24 miliar. Dengan rincian, Rp 3,9 milyar disita dari tersangka Lisan Bahar dan Rp 2,8 milyar disita dari tangan tersangka Adiwijaya Yudi. Ditemukan juga emas batangan, 11 unit mobil, tabungan, serta berbagai dokumen, dan surat surat kendaraan,” tambah Heru.

Karenanya pihak PPATK (Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan) masih menelusuri aliran dana hasil pencucian uang dari transaksi narkoba yang berada di beberapa kota besar seperti Surabaya, Jakarta, Tangerang, Cilacap , dan Taiwan,” pungkas Heru. (Reinaldi)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *