Suap RAPBN 2018, KPK Sita Uang 1,4 M dan Mobil Di Rumah Politikus PAN

detikcyber.com – Rumah dinas anggota DPR Komisi XI dari Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) digeledah Tim penyidik KPK (KPK) , terkait kasus dugaan suap usulan dana perimbangan keuangan daerah pada RAPBN Perubahan Tahun Anggaran 2018. Namun, KPK belum menyampaikan identitas politikus PAN tersebut.

Selain itu, penyidik KPK juga menggeledah sebuah kamar apartemen di Kalibata City yang dihuni oleh tenaga ahli Fraksi PAN, dan rumah pengurus Partai Persatuan Pembangunan (PPP), di Graha Raya Bintaro, Tangerang Selatan.

Tim KPK kemarin (26/7/18) melakukan penggeledahan di tiga lokasi sejak pagi sampai sore terkait penyidikan kasus suap terkait dana perimbangan daerah dengan tersangka YP (Yaya Purnomo) dan AS (Amin Santono),” Demikian dikatakan oleh Juru Bicara KPK Febri Diansyah di Gedung KPK, Jakarta, Kamis (26/7).

Diketahui Yaya Purnomo merupakan mantan Kepala Seksi Pengembangan Pendanaan Kawasan Perumahan dan Permukiman pada Ditjen Perimbangan Keuangan Kementerian Keuangan. Sedang Amin merupakan anggota Komisi XI DPR dari Fraksi Demokrat. Mereka berdua telah berstatus tersangka dalam kasus dugaan suap ini.

Lebih lanjut Febri menerangkan dari penggeledahan tersebut, penyidik menyita satu unit mobil Toyota Camry dari apartamen yang ditempati tenaga ahli Fraksi PAN, dan sejumlah dokumen dari rumah dinas politikus PAN.”Sedangkan di lokasi Graha Raya Bintaro juga diamankan dokumen terkait permohonan anggaran daerah,” terangnya.

Dismping Yaya dan Amin ditetapkan sebagai tersangka suap terkait usulan Dana Perimbangan Keuangan Daerah pada RAPBN-P tahun anggaran 2018. Lembaga antirasuah juga menjerat Eka Kamaluddin selaku perantara suap dan pihak swasta Ahmad.

Amin diduga menerima suap ‎sebesar Rp 500 juta dari dua proyek di Kabupaten Sumedang dengan nilai total proyek sekitar Rp25 miliar. Uang Rp500 juta tersebut diduga bagian dari total komitmen fee sebesar Rp1,7 miliar.

Sementara peran Yaya membantu Amin meloloskan anggaran dua proyek di Pemerintah Kabupaten Sumedang itu, yakni proyek pada Dinas Perumahan, Kawasan Pemukiman dan Pertanahan dan proyek di Dinas PUPR Sumedang.KPK juga menyita, uang tunai sebesar Rp1,4 miliar, US$12,5 ribu, Sin $63ribu, emas seberat 1,9 kilogram dan 1 unitJeep Wrangler Rubicon dari apartemen Yaya. (Dido)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *