Siswi Lumpuh Diduga Jadi Korban Hukuman Squad Jump 90 Kali

detikcyber.com, Mojokerto – memberikan hukuman kepada murid di sekolah karena berbuat kesalahan memang kadang sring dilakukan oleh oknum guru. Namun naas , siswi SMA kelas XI di Mojokerto, Jawa Timur ini malah jadi lumpuh pasca dipaksa squat jump.

Hanum Dwi Aprilia, siswi korban hukuman squat jump akhirnya dirujuk ke Rumah Sakit Profesor Doktor Sukandar, Kecamatan Mojosari, Kabupaten Mojokerto. Siswa kelas XI SMAN Gondang, terpaksa dirujuk karena selama menjalani pengobatan alternatif  himgga kini belum menunjukkan tanda tanda kesembuhan.

Kasi perawatan RSUD Prof Sukandar, Rina Ekawati, mengatakan, dalam masa pengobatan di rumah sakit, tahapan awal yang akan dilakukan tindakan medis terhadap korban, mulai Ct scan, rongthen empat jenis dan tes laboratorium.”Bahkan,kasus lumpuhnya korban akan ditangani oleh tim dokter khusus,salah satunya dokter spesialis saraf,” jelas Rina Ekawati.

Selama menjalani perawatan di rumah sakit, siswa asal Krian, Sidoarjo ini akan dijaga oleh keluarganya dan teman-teman yang tinggal di Pondok Pesantren.

Terpisah, Sugiono ayah korban mengaku, sangat menyayangkan peristiwa yang menimpa anaknya. “Mestinya pihak sekolah melakukan pengawasan dan tidak memberikan hukuman squad jump sebanyak itu,” tutur Sugiono.

Terkait biaya pengobatan Hanum Dwi Aprilia, selama di rumah sakit , pihak keluarga berharap ada bantuan dari pihak sekolah sampai anaknya bisa pulih kembali, seperti semula agar bisa menlanjutkan pendidikanya hingga lulus.

Kepala Cabang Dinas Pendidikan (Dispendik) Provinsi Kabupaten dan Kota Mojokerto, Mariyono, menyayangkan masih ditemukannya praktik hukuman fisik yang terjadi di lingkungan pendidikan. Insiden terbaru menimpa seorang siswi SMAN 1 Gondang, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, yang mendapat hukuman fisik saat mengikuti kegiatan ekstrakulikuler (ekskul) di sekolahnya.”Setidaknya, hukuman squad jump sebanyak 90 kali, yang menimpa Hanum Dwi Aprilia bisa menjadi peringatan keras bagi sekolah lain untuk lebih meningkatkan pengawasan terhadap kegiatan di lingkungan sekolah,” ucap Mariyono, Sabtu, 21 Juli 2018. (Rein)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *