RITUAL BERSIH DESA JATIMALANG NGURI-URI BUDAYA LELUHUR

detikcyber.com, Blitar – Ritual “bersih desa” di pandang sebagai upaya pelestarian alam dengan modal sosial budaya yang telah di wariskan secara turun temurun untuk mewujudkan paradigma “Memayu Hayuning Bawono”. Disamping merupakan tradisi turun-temurun dalam masyarakat. Khususnya di jawa, bersih desa telah dilakukan berabad-abad lamanya.

Ritual ini sebagai wujud rasa syukur warga desa atas berkat yang diberikan Tuhan kepada masyatakat desa baik dari hasil panen, kesehatan, kesejahteraan dan keselamatan yang telah diperoleh selama setahun. Selain itu sebagai permohonan keselamatan dan kesejahteraan untuk satu tahun mendatang.

Ritual bersih desa ini biasanya dilaksanakan setahun sekali dalam waktu tertentu untuk menghormati leluhur. Tradisi ini sudah turun-temurun dari nenek moyang. Untuk tanggal dan hari pun tidak sembarangan ditentukan,melainkan ada hari-hari tertentu di kalender jawa yang merupakan hari sakral untuk melakukan ritual bersih desa.

Selain itu tradisi “Bersih Desa” merupakan bentuk kearifan budaya lokal yang sudah berabad abad berkembang pada masyarakat Jawa.  Seperti pepatah dari para leluhur  masyarakat Jawa yang sampai saat ini masih di pegang teguh oleh masyarakat Jawa bahwa “Wong Jowo Ojo Ilang Jawane (orang Jawa jangan sampai kehilangan jati dirinya ) sebagai orang Jawa.

Tampaknya ungkapan tersebut melekat pula pada Mayarakat Desa Jatimalang Kelurahan Sentul Kecamatan Kepanjen Kidul Kota Blitar.Hal tersebut dapat dilihat dari serangkaian acara ritual bersih desa yang dilaksanakan di Desa Jatimalang.

Sebagai desa yang masih memegang teguh nilai nilai budaya leluhur, Desa Jatimalang sangat memperhatikan kearifan nilai budaya lokal. Seperti pelaksanaan bersih desa yang di laksanakan setiap tahun. Disamping sebagai upaya pelestarian nilai nilai budaya lokal juga sebagai perwujudan dari rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa,” demikian disampaikan oleh salah satu sesepuh Desa Jatimalang, Sutaryo.

Pada tahun ini suasana ritual bersih desa yang di adakan di desa Jatimalang klimaksnya dilaksanakan pada hari Minggu Pon (22/7) dan diawali dengan iring iringan kirab, baris depan membawa pusaka diikuti gunungan dan hasil pertanian yang diarak menuju keliling desa setempat. Dibawa pula sesaji yang berasal dari hasil panen warga desa yang dipersembahkan kepada leluhur Pepunden Desa Jatimalang yaitu Mbah Judel sebagai simbol kesejahteraan yang mereka peroleh selama setahun.

Adapun sesaji yang menjadi bagian dari kegiatan upacara adat ini akan dibagikan atau diperebutkan oleh warga desa yang percaya bahwa sesaji tersebut bisa mendatangkan berkah. Sesaji yang dipergunakan seperti jajan pasar, sebagai persembahan kepada para leluhur. Sesajen merupakan simbol pengormatan kepada “Gusti”sebab masyarakat Jawa sangat percaya akan kekuatan yang ada di luar sana.

Kirab ritual bersih desa Jati malang tahun ini kreatifitas warga setempat ditunjukkan dengan memamerkan kebolehannya seperti aksi kesenian daerah, baju daerah dan makanan tradisional yang dibawa oleh warga setempat.

Dalam rangkaian ritual bersih desa Desa Jatimalang , ratusan warga Jatimalang sangat antusias ikut pawai kirab budaya bersih desa, start dimulai dari Jl Suryo dan mengelilingi Desa Jatimalang finish di Sadranan pepunden Desa Jatimalang.

Menurut Kepala Kelurahan Sentul, Didik, ritual bersih desa ini perlu dilestarikan dan diagendakan setiap tahun. Dengan tujuan nguri-nguri budaya jawa,” terangnya.

Hal senada juga disampaikan oleh Ketua Panitia bersih desa Jatimalang Kelurahan Sentul Kecamatan Kepanjen Kidul Kota Blitar Jarwoko, menerangkan ritual bersih desa ini merupakan bentuk ungkapan terimakasih atau rasa syukur masyarakat kepada Tuhan YME karena selama ini telah diberikan rezeki, kesehatan dan ketentraman desa,’ terangnya.

Jarwoko menambahkan, setibanya kirab ini di pepunden leluhur Mbah Judel dilanjutkan dengan menggelar doa bersama sembari menceritakan sejarah lahirnya Desa Jatimalang dan dilanjutkan dengan memandikan gong. Pada kesempatan itu, warga tak sabar tampak berebut tumpeng dan buah-buahan hasil bumi desa setempat yang diakhiri dengan iringan kesenian jaranan.

Kegiatan bersih desa Jatimalang ditutup dengan kegiatan kesenian yaitu Tari Gambyong dan membersihkan Gong di tempat Pepunden Desa Jatimalang. Kegiatan ini disamping sebagai perwujudan dari rasa syukur juga sebagai upaya pengenalan budaya desa Jatimalang terhadap masyarakat luar.Karena ritual bersih desa bisa di jadikan sebagai tujuan destinasy wisata dalam bidang kebudayaan. Disamping itu kegiatan bersih desa ataupun bersih dusun yang di selenggarakan di desa Jatimalang sebagai upaya mewujudkan desa yang berbudaya.(Lud)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *