Terkait Suap Kepala Dinas Perkebunan Jatim Ditahan KPK

detikcyber.com, Jakarta – KPK ( Komisi Pemberantasan Korupsi ) telah menahan Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Jawa Timur M Samsul Arifien. Samsul ditahan setelah menjalani pemeriksaan di Gedung KPK Jakarta, Selasa (10/7/2018).

Juru Bicara KPK Febri Diansyah menegaskan, Samsul ditahan 20 hari pertama di Rumah Tahanan Negara Kelas 1 Jakarta Timur cabang KPK yang berlokasi di Pomdam Jaya Guntur.

Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Jawa Timur M Samsul Arifien yang tampak telah mengenakan rompi tahanan warna oranye keluar dari ruang pemeriksaan di Gedung KPK pada pukul 16.15 WIB. Samsul tak banyak berkomentar saat dikonfirmasi sebelum naik ke mobil tahanan. Kami serahkan saja pada penyidik,” kata Samsul.

Seperti dikabarkan, Samsul ditetapkan sebagai tersangka bersama-sama dengan Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Timur Mochamad Ardi Prasetiawan. Ardi dan Samsul selaku kepala dinas yang merupakan mitra kerja Komisi B DPRD Provinsi Jawa Timur diduga telah memberikan hadiah atau janji terkait fungsi pengawasan dan pemantauan oleh DPRD Provinsi Jawa Timur terhadap pelaksanaan peraturan daerah dan penggunaan anggaran di Jawa Timur Tahun Anggaran 2016 dan tahun anggaran 2017. Ardi dan Samsul diduga memberikan uang ke Mantan Ketua Komisi B DPRD Jatim Mochammad Basuki. Ardi diduga memberikan uang sebesar Rp 50 juta, sementara Samsul memberikan Rp 100 juta kepada Basuki.

Disisi lain, sebanyak 7 orang yang sudah ditetapkan sebagai tersangka oleh lembaga anti rasuah dari unsur DPRD dan Pemprov Jatim. Tujuh orang itu diantaranya Ketua Komisi B DPRD Jatim Mochammad Basuki, Staf DPRD Jatim Rahman Agung dan Muhammad Santoso, anggota DPRD Jatim Mohammad Kabil Mubarok, Kepala Dinas Pertanian Jatim Bambang Heriyanto, PNS Dinas Pertanian Jatim Anang Basuki Rahmat dan Kepala Dinas Peternakan Provinsi Jatim Rohayati. Ketujuh tersangka itu telah divonis Pengadilan Tipikor Surabaya. (Dido)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *